Langsung ke konten utama

PRASETYA

Apa ada yang membenarkan sebentar lagi kapalku akan sampai kepelabuhannya?

Ataukah sudah karam diterjang ombak keputus asaan?

Ataukah ia tak pandai menguasai roda kemudinya sendiri?

Atau mungkin ia tak tahu dimana ia harus berlabuh?


4 purnama ia mengarungi samudera harapan,
ingin cepat sampai ke pulau dirinya yang baru,
katanya.

Walau terkadang nahkodanya berandai "bolehkah saya berhenti? saya lelah!",

Walau terkadang badai ingin meleburkan tekadnya,

Walau terkadang ia dikhianati awak kapalnya sendiri,

Ditinggalkan.

Tapi,
ia tak pernah menenggelamkan asanya ke palung tanda menyerah,
tak pernah menunggangi haluan kembali ke semula tanpa arah.


Tenang kawan, kapalmu sebentar lagi akan berlabuh.
Cinta,
Kasih,
Mimpimu,
menunggu di pulau kemenangan.

Akan ku jawab pertanyaanmu,
Iya,
sebentar lagi kapalmu akan sampai di

-Prasetya Protokoler Angkatan X-

Komentar

Postingan populer dari blog ini

balik

akan tiba kala dimana cucur peluh menghalau musuh, asa yang terkoyak kembali utuh, kenang yang redup menjelma penyuluh, kasih yang terberai merajut asuh, Dan kamu yang berkelana jauh akan hinggap bersembunyi di benteng pundakku tanpa suruh, sembari berkata "aku kembali padamu!"

Segores Rasa, kemarin.

Jangan menggebu-gebu menyatu dengan perasaanmu kawan! Dia itu fana. Yang didukung hari ini, besoknya menjatuhkan. Yang dibanggakan hari ini, besoknya dicaci maki. Yang dimiliki hari ini, besoknya sirna. Yang dicintai hari ini, besoknya mengkhianati. Hari ini "Dia paling terbaik dan yang terakhir dihidupku!", besoknya "Aku tidak mau mengenal dia, dia bukan siapa-siapa lagi!" Cinta dan benci hanya semburat tipis dilangit senja. Ia bagai dua sisi uang koin. Kalau kamu dapat cinta, Bingo! Ini adalah hari keberuntunganmu. Kalau benci yang hadir, kamu akan mengutuk cinta. Bersabarlah dalam mencintai, memiliki, mengasihi dan segala perasaan yang kamu angkuhkan itu, agar kelak kamu tidak hancur dikemudian hari. [Badit dan Segores Rasa, hari ini.]