Langsung ke konten utama

[DIRACUN]

Di umur yang sudah tidak bisa ikut lomba bayi sehat lagi,
tidak bisa main odong-odong lagi,
tidak bisa main masak-masakan lagi,
Sudah saatnya meninggalkan orang yang hanya membuatmu menangis, merana, gusar, tidak tentu arah, dan tidak memastikanmu baik-baik saja.
Sudah saatnya di umur yang sebegitu dewasanya, kamu harus membiarkan pergi orang-orang yang meracunmu dan membuat hatimu begitu tersiksa.
Hidupmu terlalu berharga untuk menyelesaikan koalisi-koalisi bejat, muka yang begitu banyaknya, perlakuan yang tidak adil, dan apa saja yang menjadikan hidupmu begitu berkerikil.
Tidak apa hanya menyisakan satu atau dua orang saja yang bisa menemanimu, kelak kamu akan menilai apa yang baik dari satu berlian dengan ribuan jarum.





[18, dewasakah aku?]

Komentar

Postingan populer dari blog ini

balik

akan tiba kala dimana cucur peluh menghalau musuh, asa yang terkoyak kembali utuh, kenang yang redup menjelma penyuluh, kasih yang terberai merajut asuh, Dan kamu yang berkelana jauh akan hinggap bersembunyi di benteng pundakku tanpa suruh, sembari berkata "aku kembali padamu!"

Segores Rasa, kemarin.

Jangan menggebu-gebu menyatu dengan perasaanmu kawan! Dia itu fana. Yang didukung hari ini, besoknya menjatuhkan. Yang dibanggakan hari ini, besoknya dicaci maki. Yang dimiliki hari ini, besoknya sirna. Yang dicintai hari ini, besoknya mengkhianati. Hari ini "Dia paling terbaik dan yang terakhir dihidupku!", besoknya "Aku tidak mau mengenal dia, dia bukan siapa-siapa lagi!" Cinta dan benci hanya semburat tipis dilangit senja. Ia bagai dua sisi uang koin. Kalau kamu dapat cinta, Bingo! Ini adalah hari keberuntunganmu. Kalau benci yang hadir, kamu akan mengutuk cinta. Bersabarlah dalam mencintai, memiliki, mengasihi dan segala perasaan yang kamu angkuhkan itu, agar kelak kamu tidak hancur dikemudian hari. [Badit dan Segores Rasa, hari ini.]