Langsung ke konten utama

Postingan

lalu kita apa?

Postingan terbaru

Nang Malang

Malang melampaui Juni. Ia bertanya, "sedang mencari apa kau disini?" "hai kau sang penulis sajak!" biar kuberi tahu, Aku hanya berjengkal dan sepandang, mengaburkan lara yang bersarang dan bersemayam hirau terlarang, menjamu yang semu sampai jemu dan leburnya bertambah lemu , Ah, lupa! kuberi tahu lagi, Aku tak kuasa mengebiri bendung kecewamu, Aku payah dalam mencabik roman ironimu. jangan kau tumpah ruahkan Aku dengan amarahmu! karena Aku bukan sebab anak gembala itu pergi jauh dari ladang hatimu. Ucapan Malang mengoyak batin sang penulis sajak. tampak sang penulis sajak termenung dengan dirinya yang terkurung, menafsirkan Gunung Bromo segagah Ken Arok dengan pria rupawan di gereja tua berdinding lapuk yang berjuluk Romo , mengelabui Coban Supit Urang yang ditelisik dengan hidangan menggugah buatan Tacik , dan mengulur Pantai Tiga Warna supaya picisannya segera sirna. namun racaunya terhenti di jalan buntu Sumber Pitu Tumpang. "apa ya...

PRASETYA

Apa ada yang membenarkan sebentar lagi kapalku akan sampai kepelabuhannya? Ataukah sudah karam diterjang ombak keputus asaan? Ataukah ia tak pandai menguasai roda kemudinya sendiri? Atau mungkin ia tak tahu dimana ia harus berlabuh? 4 purnama ia mengarungi samudera harapan, ingin cepat sampai ke pulau dirinya yang baru, katanya. Walau terkadang nahkodanya berandai "bolehkah saya berhenti? saya lelah!", Walau terkadang badai ingin meleburkan tekadnya, Walau terkadang ia dikhianati awak kapalnya sendiri, Ditinggalkan. Tapi, ia tak pernah menenggelamkan asanya ke palung tanda menyerah, tak pernah menunggangi haluan kembali ke semula tanpa arah. Tenang kawan, kapalmu sebentar lagi akan berlabuh. Cinta, Kasih, Mimpimu, menunggu di pulau kemenangan. Akan ku jawab pertanyaanmu, Iya, sebentar lagi kapalmu akan sampai di -Prasetya Protokoler Angkatan X-

balik

akan tiba kala dimana cucur peluh menghalau musuh, asa yang terkoyak kembali utuh, kenang yang redup menjelma penyuluh, kasih yang terberai merajut asuh, Dan kamu yang berkelana jauh akan hinggap bersembunyi di benteng pundakku tanpa suruh, sembari berkata "aku kembali padamu!"