Langsung ke konten utama

konstanta

Aku terlalu lupa semua bisa datang dan pergi,

terlalu larut kalau semua bisa pindah ke titik yang ia tuju.

Terlalu menutup mata kalau ternyata cerita kita berakhir tanpa sempat dimulai.

Padahal aku kira dirimu satuan konstanta,

nyatanya tidak pernah tetap dihidupku.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

balik

akan tiba kala dimana cucur peluh menghalau musuh, asa yang terkoyak kembali utuh, kenang yang redup menjelma penyuluh, kasih yang terberai merajut asuh, Dan kamu yang berkelana jauh akan hinggap bersembunyi di benteng pundakku tanpa suruh, sembari berkata "aku kembali padamu!"