Langsung ke konten utama

CUKA

Lukanya masih basah, kau siram cuka pula.
Tidak puas, masih kau siram air garam.
Katanya supaya pulih
Tapi masih kau tusuk jarum-jarum itu.

Lukanya semakin menganga,
kau masih disini.

Puas melihat aku yang merangkak karena jatuh terlalu dalam?

Masih tertatih aku jadinya.

Iya, ada lembah yang kau ciptakan khusus untukku.

Untuk aku, orang yang percaya dengan cinta.

Jadi salah siapa?
Salah percaya,
dengan,
atau cinta?

Ah sudahlah, sudah berbuih aku mengutuk cinta.

Lebih baik aku hardik dengan saja.

Komentar

  1. galau gitu semua tuisannya yak teh hahahah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menulis sesuatu yg galau, bukan berarti kita sedang galau ko vall😁

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

balik

akan tiba kala dimana cucur peluh menghalau musuh, asa yang terkoyak kembali utuh, kenang yang redup menjelma penyuluh, kasih yang terberai merajut asuh, Dan kamu yang berkelana jauh akan hinggap bersembunyi di benteng pundakku tanpa suruh, sembari berkata "aku kembali padamu!"

[DIRACUN]

Di umur yang sudah tidak bisa ikut lomba bayi sehat lagi, tidak bisa main odong-odong lagi, tidak bisa main masak-masakan lagi, Sudah saatnya meninggalkan orang yang hanya membuatmu menangis, merana, gusar, tidak tentu arah, dan tidak memastikanmu baik-baik saja. Sudah saatnya di umur yang sebegitu dewasanya, kamu harus membiarkan pergi orang-orang yang meracunmu dan membuat hatimu begitu tersiksa. Hidupmu terlalu berharga untuk menyelesaikan koalisi-koalisi bejat, muka yang begitu banyaknya, perlakuan yang tidak adil, dan apa saja yang menjadikan hidupmu begitu berkerikil. Tidak apa hanya menyisakan satu atau dua orang saja yang bisa menemanimu, kelak kamu akan menilai apa yang baik dari satu berlian dengan ribuan jarum. [18, dewasakah aku?]