Langsung ke konten utama

Sup Ayam

Ma,
bahumu masih basah berpeluh karena meracik sup ayam favoritku untuk menghempas perutku yang bergemuruh.
Tapi hari ini, anak gadismu sedikit lelah,

boleh aku bersandar? Tidak akan lama Ma, hanya sampai air mata ini mengering. Lagi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

balik

akan tiba kala dimana cucur peluh menghalau musuh, asa yang terkoyak kembali utuh, kenang yang redup menjelma penyuluh, kasih yang terberai merajut asuh, Dan kamu yang berkelana jauh akan hinggap bersembunyi di benteng pundakku tanpa suruh, sembari berkata "aku kembali padamu!"