Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2018

Turun!

Aku menyelami diri (lagi, dan lagi) hanya karena tak piawai melihat arah kompas (hidupku) sehingga aku tersesat (lagi, dan lagi) Aku lupa meletakkan ranting dan daun kering di setapak nestapaku sehingga aku kehilangan petunjuk untuk kembali pulang (lagi, dan lagi) Aku bersimbah darah hanya karena menusukkan duri-duri keniscayaan di sekujur aliran hidup dan matiku hanya karena masih menyimpan pundi-pundi (percaya itu) Aku menopang asa-asa ditengah asa yang ingin putus (katanya) dan bersembunyi di ketakutan belukar yang tak kunjung ditebas (kebaikan) Aku masih bersemayam tepat di runtuhan kesakitan dan mencari hari kebangkitan terciptanya kendali untuk para (dia) yang naif, buta rasa. Dan kamu, masih berayun tepat diatas kebiadaban para (dia) yang dendam kesumat penuh siasat ingin melesat (di panggung sandiwara). Ikut denganku, akan kunobatkan dirimu dengan kasih, sayang, dan cinta. Jangan merayap di panggung kedustaan itu! Turun! Sudah aku siapkan singgasana untukmu...